4 Mitos Langsing

4 Mitos Langsing

“Mas, apa pendapat Anda tentang cara menurunkan berat badan dengan harus menahan lapar di jam-jam tertentu?”

Ini adalah pertanyaan yang sering muncul di twitter atau email ke saya akhir-akhir ini, saya coba menjawabnya sekaligus mengulas beberapa mitos langsing /penurunan berat badan ya.

1. Ingin langsing harus nahan lapar.

Itu adalah mitos langsing yang selama ini beredar di masyarakat, sehingga mereka yang ingin langsing rela menahan lapar demi menurunkan berat badan.

Jika mitos langsing itu betul, pertanyaannya adalah mungkin satu-dua hari, sebulan dua bulan akan ia praktikan, tapi akan kuat sampai kapan? hingga akhirnya mereka menyadari bahwa tubuh memiliki haknya, yaitu butuh energi dari makanan, sinyal lapar fisik tidak bisa dimanipulasi dengan menahan lapar. Justru yang berbahaya adalah ketika ia menahan lapar fisik, maka lama kelamaan tubuh ter-disconnect mengabaikan sinyal lapar fisik ini dan ini adalah awal mula dari munculnya kebiasaan makan berlebihan (Compulsive Overeating) ketika di jam-jam tertentu dibolehkan makan.

Menahan lapar dan berpantang makan adalah cara terburuk menurunkan berat badan.

 

2. Ingin langsing butuh tekad kuat.

Nah ini juga seringkali membuat orang yang ingin langsing menjadi TAKUT, karena sudah terlintas di pikirannya, melangsing membutuhkan TEKAD yang mengharuskan dirinya mengalahkan semua kesenangan-kesenangan dalam hidupnya, hingga seringkali mitos langsing ini membuat prinsip NO PAIN NO GAIN menjadi populer disekitar kita. Yang betul adalah; melangsing membutuhkan latihan pikiran untuk mengatasi Makan berlebihan dan Malas bergerak, sehingga setelah pikirannya terlatih maka ia dengan MUDAH & MENYENANGKAN mampu melangsing, dan prinsipnya seharusnya adalah NO EFFORT, NO GAIN.

Gemuk bukan salah Anda, tetapi program di pikiran Anda yang perlu diprogram ulang agar mengubah kebiasaan.

 

3. Langsing adalah ketika memiliki tubuh seperti seorang model atau bintang film

Mitos langsing ini yang seringkali membuat seseorang akhirnya membenci tubuhnya sendiri, karena salah mengartikan tentang tubuh langsing. Langsing adalah berat badan ideal, sehat dan anda nyaman. Indeks massa tubuh (IMT) bisa menjadi acuan sederhana jika Anda ingin tahu apakah tubuh Anda ideal/langsing atau tidak. Dikatakan ideal jika IMT anda kisaran 18 – 24, dan jika dibawah 18 artinya kurus (underweight) dan jika diatas 24 artinya gemuk. Rumus mengenai IMT ada di artikel blog saya www.Julitriharto.com

Jangan Anda pikirkan bahwa model yang berlenggak-lenggok di catwalk atau layar kaca mereka nyaman dan sehat cara mencapai bentuk tubuhnya. Seringkali mereka tidak sehat, bahkan tersiksa dalam mencapai dan memelihara bentuk tubuhnya.

 

4. Satu-satunya cara ingin langsing ya harus diet!.

Ini adalah mitos yang sudah sangat kuno sekali, diet selalu menjadi pelabuhan bagi mereka yang ingin turun berat badan. Inilah faktanya “91% orang yang berdiet, gagal menurunkan berat badannya secara permanen karena merasa tersiksa, bersalah, dan bosan dengan program dietnya” Survey American National Health Institute. Diet artinya adalah menakar porsinya, memilih jenis makanan dengan judgment sehat dan tidak sehat, menentukan jam-jam kapan boleh makan dan tidak boleh makan. Justru seringkali diet membuat seseorang lepas komunikasi dengan tubuhnya, yang seharusnya ia lapar tetapi malah dietnya melarang ia makan, yang seharusnya dia berhenti makan karena sudah kenyang, tapi dietnya justru membolehkan makan.

Cara terbaik menurunkan berat badan adalah kembali mengkaitkan pikiran dan tubuh Anda, makanlah saat lapar dan berhentilah sebelum kenyang.

Demikian sharing ini, tulisan ini tidak untuk menyudutkan siapapun atau program manapun, tetapi lebih kepada apa yang selama ini saya pahami dan terbukti membuat mereka yang melangsing merasakan bahagia dengan prosesnya dan permanen dengan hasilnya.

Semoga bermanfaat bagi Indonesia Sehat, Langsing & Produktif!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *